CERPEN - VALENTINE BERGANTI NAMA ???

Penulis: Yusra Afri Aini



                         
     14 Februari {06.00 pagi }                                                                                                                                                                   
         Anda mungkin tak percaya. Barusan Valentine datang bertamu di kamar saya. Meski sebenarnya saya tak pernah berharap dia akan mengunjungi saya. Apalagi bercengkrama dengannya di pagi buta. Seperti tadi,selama ini Valentine berlalu begitu saja jika bertemu dengan saya.Tak ada tegur sapa yang terjalin di antara kami dan saya heran kenapa ia tiba-tiba datang ke rumah saya,masuk ke kamar saya,mambangunkan saya...bahkan di luar dugaan dia ingin menceritakan sesuatu yang dia anggap penting pada saya. Awalnya saya menolak karna saya tak pernah mengenalnya. Tapi setelah Valentine memohon dengan sorot mata yang di buat memelas. Saya kasihan juga. Hingga terpaksa saya mengusir kantuk yang sedang asik bernyanyi di beranda redup mata saya....                                                                                                                         
            Tanpa banyak basa basi saya mempersilakan dia duduk. Dan untuk sekedar menghormati tamu, saya membuatkan segelas kopi untuknya. Dan itupun sungguh dengan terpaksa.                                                                                                                                                                                                                          
          “ada keperluan apa anda datang kesini !! yang saya ingat ,saya tak pernah kenal anda. Walaupun sedikit banyaknya saya pernah mendengar cerita tentang anda. Itu juga saya dapat tak sengaja. Dari cerita orang-orang yang mengagumi anda...”                                                                                                                                
            “ Maaf, saya terpaksa  datang kesini!! Oh...ya !! saya Valentine...”                                                                                      ia  mengulurkan tangan pada saya...saya meraih tangannya. Saya berharap agar ia langsung saja pada pokok permasalahan. Kenapa ia datang kesini dan mengganggu tidur saya..  “ saya tau... tapi sebaiknya anda langsung saja mengatakan..apa maksud dan tujuan anda datang ke sini!! “ jawab saya ketus!!
           “ Baiklah !!  Jadi begini, saya datang kesini untuk bersembunyi dari orang-orang yang kini sedang menunggu kedatangan saya. Karna saya tidak mau lagi mengunjungi mereka.Karna saya sudah capek. Selama ratusan tahun harus selalu begitu. Meskipun mereka memberi saya kado. Tapi saya tak pernah mengharapkan semua itu. Saya sudah jengah menghadapi salah paham antara saya dan mereka...sebelum ada perbaikan dalam hal ini saya tak akan datang pada mereka....jadi saya harap mungkin anda bisa memecahkan masalah ini..Karna anda termasuk orang yang tak menunggu saya. Mungkin anda bisa lebih netral menyingkapi masalah ini dan mencari solusinya....
                                                                          ***
            Saya makin heran..Kenapa saya mesti terlibat dalam masalah ini...Bukankah kesalah pahaman ini terjadi antara Valentine dan orang-orang yang menunggu kedatangannya...tapi lagi-lagi untuk sekedar untuk menghormati tamu saya akan mencoba untuk membantu Valentine menghadapi masalah ini.
              “Oke !!!  saya akan coba bantu anda...tapi tolong jelaskan dulu kesalah pahaman seperti apa yang telah terjadi antara anda dan orang-orang yang kini menunggu anda...”
              Valentine tersenyum simpul mendengar jawab saya. Mungkin iya senang bahwa akhir nya saya mau juga terlibat dalam masalah nya
              “Begini. Salah paham yang telah terjadi selama ini di antara saya  dan orang-orang itu adalah tentang nama yang telah mereka berikan kepada saya. Mereka ngotot menamai saya Valentine. Karna menurut mereka ini nama yang pas untuk mengenang salah seorang dari mereka yang pernah melahirkan saya. Dan masalah nya berawal dari sini .Ketika saya di tuntut untuk menjadi Valentine. Maka, saya tak mungkin bisa mengunjungi mereka yang banyak itu secara serentak pada tanggal yang telah mereka tetapkan. Yaitu 14  Februari. Karena Valentine adalah manusia biasa. Dan mustahil iya bisa melakukan kunjungan sebanyak itu hanya dalam waktu sehari.
            ‘’Jadi agar tak timbul masalah baru saya mengumumkan bahwa saya hanya datang pada orang—orang yang menyebut saya dengan nama yang saya inginkan, lagi pula saya hanya bisa melakukan kunjungan itu jika saya jadi diri saya sendiri. Bukan sebagai Valentine... Dan saya pikir dengan itu masalah ini bisa saya atasi.. tapi nyata nya tidak , masalah itu malah tambah rumit...”
             “ Rumit ??? Kenapa bisa begitu ???
             “ Ya rumit !!! karna sekarang saya baru tahu. Saat orang-orang yang menamai saya dengan nama yang tak saya inginkan itu tetap menunggu saya dan saya tidak datang...ternyata ada pihak yang mengaku ngaku sebagai saya ,datang mengunjungi mereka...yang datang itu Hawa nafsu !! anda pasti tau.Dia adalah biang kerok semua masalah di dunia ini !! Ketika ia datang pada orang-orang itu dengan berpura-pura sebagai saya dia akan menjerumuskan mereka semua pada masalah... Salah satunya dengan cara menyuruh mereka melakukan pelanggaran terhadap norma-norma kebenaran. Anda juga pasti tahu, pelanggaran seperti apa yang telah mereka lakukan ? dan parahnya lagi !Mereka tidak menyadari kalau yang datang itu hawa nafsu. Bukan saya !! tapi saat mereka sadar bahwa mereka telah melakukan pelanggaran.
            Eh...malah mereka menyalahkan saya...saya jadi kambing hitam untuk semua kesalahan mereka !! anda pasti bisa mengerti bagaimana perasaan saya saat mengetahui semua itu..”
                                                                       ***
            Saya manggut-manggut mendengar semua cerita itu. Lantas saya menarik kesimpulan bahwa inti masalah ini terletak pada nama...Jadi solusinya mungkin dengan mengganti nama yang pas.tak ada lagi salah paham dan tak ada lagi pihak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan...
            “ Oh ....ini cuma masalah nama..
Sebenar nya anda ingin dikasih nama apa? Saya mulai mencari solusi
             “Saya ingin dinamai “Kasih sayang”  itu saja. Karna jika mereka memanggil saya dengan nama itu. Saya akan bisa mengunjungi mereka semua.... bahkan jika semua orang di dunia ini pun menunggu saya. Kedantangan saya . saya berjanji akan datang pada mereka . jangan selama satu hari.. setiap hari pun saya akan datang...”
             “Ya sudah  katakan saja pada orang-orang  itu bahwa sekarang anda sudah ganti nama menjadi kasih sayang, beres .... tapi saya ingin tau, apakah anda tidak akan melakukan  hal yang sama seperti biasa dilakukan hawa nafsu !!”
                                                                          ***
            “Justru itu maksud kedatangan saya kesini... saya ingin anda memberitahukan tentang pergantian nama itu pada mereka ... karna saya rasa suara anda akan bisa lebih di dengar dan di mengerti . anda kan dari jenis yang sama ..!!” dan saya janji saya tidak sama dengan hawa nafsu ... “
            “Baik!! Saya setuju, saya akan memberitahukan pada mereka bahwa mulai saat ini anda berganti nama  menjadi kasih sayang ..!! dan nanti jika mereka semua setuju dengan nama itu saya akan beritahu anda ...dan anda sudah bisa melakukan tugas anda lagi...bagaimana.. anda setuju ??...
           “ Saya seteju !! saya akan menunggu kabar dari anda...” Baiklah saya pamit. Saya sudah di tunggu oleh orang yang menyebut nama saya dengan benar... Trims “
                                                                        ***
           Begitulah cerita kasih sayang pada saya...dan saya harap anda semua setuju dengan nama yang baru itu. Seperti saya.. yang juga setuju !!   Kini..saya juga menunggu..sama seperti anda...” Mari kita sebut ia dengan kasih sayang saja !!...Setuju..??? [Yusra Afri Aini, 6].

Tidak ada komentar untuk "CERPEN - VALENTINE BERGANTI NAMA ???"