PATRIOT TARBIYAH - USTADZAH NURAINI. Z

Ustadzah Nuraini adalah anak kandung dari maulana syekh Zakaria Labai Sati dari istri beliau yang di Pasar Malalo. Ustadzah Nuraini memiliki dua orang saudara yaitu Syamsyidar dan Hayatun Nufus. Nuraini adalah anak tertua dari mereka semua. Beliau sendiri dibesarkan juga di lingkungan Madrasah Tarbiyah Islamiyah, sebagaimana anak-anak Buya Zakaria lannya.

Namun memilki satu kelebihan, yaitu beliau merupakan orang yang memilki otak yang sangat cerdas, sehingga dengan mendengar doa-doa yang dibacakan oleh ayah beliau, beliau sudah mampu mengingat doa tersebut, sehingga apabila Abuya tidak bisa mengaji dengan jamaah di surau tinggi, beliaulah yang menggantikan Abuya dengan cara mengajarkan doa-doa yang telah hafal oleh beliau tersebut. Begitu juga disaat jamaah bertanya kepada Abuya, maka biasanya Abuya akan menyuruh jamaah untuk bertanya kepada beliau. Dan yang sangat luar biasa itu, karena semua kegiatan ini beliau lakukan disaat beliau belum masuk sekolah dasar (SD) atau SR.

Untuk dunia pendidikan, sewaktu beliau kecil beliau belajar di MTI Malalo terlebih dahulu baru beliau masuk SR, sehingga ketika beliau di SR beliau sudah lancar baca tulis, sehingga dalam empat  tahun beliau sudah ditamatkan dari SR pada saat itu. Setelah itu beliau kembali belajar MTI malalo yang saat itu masih dipimpin oleh Syekh Zakaria Labai Sati yaitu ayah kandung beliau sendiri.

Setelah tamat dari MTI malalo, lalu beliau mengajar di MTI Malalo itu juga. Beliau dinikahi oleh seorang terntara yang bernama Ahmad Damnahuri yaitu orang Pasaman (kalau sekarang di daerah Pasaman Barat) ayah dari bapak Ahmad Damnahuri ini adalah orang Tanjung sawah Malalo yaitu Tuangku Abdullah Thaat. Namun setelah beliau nikah lalu beliau dibawa oleh suaminya ke Medan, dan dari suaminya ini beliau memilki empat orang anak, yaitu: 1. Zulhelmi 2. Rasyidah  3. Rahimah dan 4. Zulfahmi.

Lalu karena satu dan lain hal pada tahun 1965 beliau bercerai dengan suami beliau ini, kemudian beliau kembali mengajar di MTI Malalo. Dan pada tahun 1974 beliau kembali menikah dengan Maulana Engku Lasykar Harun. Dari pernikahan beliau yang kedua ini beliau kembali dianugrahi tiga orang anak, yaitu: 1. Fakhrizah  2. Fakhriati dan  3. Rimzatul Fitriyah.

Setelah  beliau melahirkan anak beliau yang pertama beliau jatuh sakit selama satu bulan 27 hari, ketika itu beliau sudah menjadi pimpinan MTI Malalo, dan ketika beliau sakit ini MTI Malalo dipimpin oleh Engku Syamsuardi. Dan setelah beliau sehat dari sakitnya kepemimpinan MTI Malalo dikembalikan ke tangan beliau.

Dimasa kepemimpinan beliau di MTI Malalo, ada beberapa hal penting yang perlu kita ingat, diantaranya adalah:
  1. Pada tahun 1976 sampai 1986 MTI Malalo sudah mengadakan KKN (ujian negeri), yang saat itu untuk tingkat Tsanawiyah pergi ujian ke Batu Taba. Dan untuk tingkat Aliyah ke Sungayang. Sehingga pada saat itu santri di MTI Malalo sudah mendapat 2 ijazah, yaitu satu ijazah negeri dan satu lagi ijazah Madrasah. Namun pada periode ini, beliau sangat kesulitan dalam masalah pendanaan, karena pada saat itu MTI Malalo tidak pernah mendapat bantuan dari pemerintah, sehingga konon katanya disaat itu MTI Malalo pernah tidak menggaji guru-gurunya selama satu tahun. Namun semua guru-guru pada saat itu tidak pernah mempermasalahkannya, saya rasa kerena rasa cinta mereka ke MTI Malalo pada saat itu tidak bisa diukur dengan uang, terbukti tanpa uang pun mereka masih tetap bekerja secara profesional, mungkin karena pada saat itu semua guru rata-rata alumni MTI baik di Malalo atau MTI di daerah lainnya. Dan memang para alumni Tarbiyah akan memilki rasa cinta yang berbeda dengan orang yang tidak pernah bersekolah di Tarbiyah ini.
  2. Selama masa kepemimpinan beliau MTI pernah mendapat bantuan dari Gubernur Sumatra Barat sebanyak Rp 500.000, dan ketika itu atas kesepakan bersama dibangunlah sebuah kantor  yaitu kantor yang terletah disebelah kantin (kafe) sekarang ini atau yang dijadikan perpustakaan pada saat ini. Namun bantuan tersebut tidak bisa membangun sampai selesai, karena untuk membeli atapnya uang sudah tidak ada lagi. Dan ketika berkat bantuan oleh Bapak Ardi yaitu suami dari ibu Hayatun Nufus bangunan tersebut bisa selesai dan bisa dipakai pada saat itu sebagai kantor.
  3. Beliau juga aktif untuk berceramah ke daerah-daerah yang bisa beliau jangkau, seperti daerah Pekandangan, Pariaman, Solok dan beberapa daerah lainnya. Sehingga hal ini juga bisa membantu sekolah dalam masalah pendanaan dan juga bisa mengekspos sekolah.
Namun dengan berjalannya waktu, langkah beliau dalam memajukan sekolah harus terhenti yang sekaligus menhentikan beliau untuk memperjuangkan agama Allah, karena tepat pada sore Rabu di bulan September  tahun 1986 beliau menutup usia, meninggal di Rumah Sakit DR. A. Mukhtar Bukit Tinggi. Begitulah perjuangan dari salah satu patriot perempuan yang pernah dimiliki oleh Tarbiyah Islamiyah Malalo.


Sumber:  http://ppti-malalo.blogspot.com/

Tidak ada komentar untuk "PATRIOT TARBIYAH - USTADZAH NURAINI. Z"